Monday, February 14, 2011

Bukti Kebesaran Allah dan Kebenaran Al-Qur’an

Maret 25, 2007 — awan sundiawan

Bukti Kebesaran Allah dan Kebenaran Al-Qur’an,update terakhir tanggal 25 Feb 2007
Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” [QS. Al- Fushshilat]
Foto Kebesaran Allah SWT
Tidak semua peristiwa alam dapat dijelaskan dengan akal. Dalam koleksi ini disajikan keajaiban alam. Koleksi ini dikumpulkan sedikit demi sedikit dari internet. Jika anda merasa dapat memberikan tambahan keterangan pada koleksi di bawah ini, silahkan beri komentar anda !. Mohon bersabar apabila agak lambat, karena fotonya ditampilkan semuanya.. :)
Bulan pernah terbelah
Bukti Bahwa Bulan pernah Terbelah
Lafal Allah di langit Ciputat
Lafal Allah di Langit Ciputat.
(Foto : Andie wibianto)

Tulisan ALLAH diatas genangan air  Kalimat Allah di atas genangan Air
Tulisan Allah di atas genangan Air
Dari HP Zulherman Tanpa sengaja waktu dijalan ngeliat genangan air
berlafalkan ALLAH… subhanallah ( LOKASI pengambilan photo: Antara Cikarang – Tol Bekasi Timur( Jalan Utama /pinggir jalan Kalimalang ) Allahu Akbar ! )

Lafal Allah pada telinga bayi
Lafal Allah pada telinga bayi
Lapadz “Allah” yang terbentuk di telinga seorang bayi
Thanks for erwin atas sumbangan photonya. :)




Awan yang membentuk kalimat Allah
Lafaz Allah pada Awan







Lafal Allah di Buah Mangga
Lafal Allah pada Saat di Kue
Dahliani (26), pembuat kue Agar-Agar yang berlafazdh “Allah” di atasnya.
Dia memperlihatkan kue tersebut kepada wartawan di rumahnya di Desa Baet Kecamatan Baitussalam Aceh Besar, Rabu (28/3)–foto: RAKYATACEH.COM
Lafal Allah pada Sebutir Telur
Lafal Allah pada Sebutir Telur
Lafal Allah pada Sebutir Telur
Lafal Allah pada Sehelai Daun
Lafal Allah pada Sehelai Daun

8448974.jpg
BATU TERAPUNG SELAMANYA (KATANYA SEJAK JAMAN NABI)
batu yang sujud
Batu karang yang sedang sujud.

Pohon Kaktus
Pohon Kaktus yang tumbuh membentuk Lafal Allah.
Buah Labu
Buah Labu



Tulisan Allah di Bumi Africa
Lafaz Allah tertulis dengan Jelas di Tanah Africa, di lihat dari satelit.

Lafaz Allah di Buah Melon
Lafaz Allah di Buah Melon
Lafaz Allah di Lautan
Lafaz Allah di Lautan , di lihat dari Satelit
Lafaz Allah di Tangan kita
Lafaz Allah di Tangan kita
Masjid Nabawi dan Madinah
dua Tempat suci umat islam, di lihat dari atas satelit, berkilau.
MEKKAH BERKILAU
MEKKAH BERKILAU –
Ini adalah hasil pencitraan dari IKONOS Satelite milik Space Imaging Inc, AS. Masjidil Haram yang ‘diintai’ oleh AS pada 31 Oktober 1999 itu menampilkan fenomena menakjubkan. Terlihat di gambar hanya bagian Masjidil Haram saja yang berkilau sementara bangunan di sekitarnya tampak lebih gelap. Subhanallah. (NASA Astronomy Picture of The Day) (sumber : http://www.spaceimaging.com/gallery/ioweek/archive/01-12-09/index.htm)




Lafal Allah di langit Ciputat
Lafal Allah di Langit Ciputat.
(Foto : Andie wibianto)



Tulisan Allah di Buah Terong
Tulisan Allah di buah Terong

 ledakan di pipa gas milik Pertamina di lokasi lumpur Lapindo
Yang terbaru adalah jilatan api saat terjadi ledakan di pipa gas milik Pertamina di lokasi lumpur Lapindo, jalan Tol Porong-Gempol KM 38 22 November 2006 lalu.
Api yang membubung setinggi hampir 1 kilometer itu ternyata sempat membentuk lafal Allah dalam tulisan Arab beberapa saat. (Foto: Samuel Johnson)

SEBATANG pohon  DENGAN BERBENTUK HURUFJAWI ALIF, LAM, LAM, HA
SEBATANG POHON SENDUDUK DENGAN BERBENTUK HURUFJAWI ALIF, LAM, LAM, HA ATAU EJAAN ‘ALLAH’ .”Allah Hu Akhbar.”
Terima kasih buat Ahmadi dari malaysia yang sudah mengirimkan photo ini.
 Hasil foto satelit memperlihatkan riak-riak gelombang Tsunami di Sri Lanka mirip tulisan kaligrafi
Hasil foto satelit memperlihatkan riak-riak gelombang Tsunami di Sri Lanka mirip tulisan kaligrafi “Allah”. (Foto: Globalsecurity. Org)
 Masjid di Meulaboh, Aceh, yang berkubah warna gelap ini tampak tetap berdiri. Sejumlah bangunan di sisi-sisinya tampak tidak tersisa tersapu tsunami. (Foto: Setpres/Dudi Anung)
Masjid di Meulaboh, Aceh, yang berkubah warna gelap ini tampak tetap berdiri.
Sejumlah bangunan di sisi-sisinya tampak tidak tersisa tersapu tsunami. (Foto: Setpres/Dudi Anung)

 Bangunan untuk bersujud kepada-Nya di salah satu sudut kota Meulaboh
Bangunan untuk bersujud kepada-Nya di salah satu sudut kota Meulaboh ini tampak tetap berdiri kokoh.
Bangunan di sekitarnya roboh tersapu gelombang tsunami, kecuali pohon kelapa. (Foto: Indra Shalihin)
 Masjid berkubah putih di sudut lain kota Meulaboh juga tampak tetap berbentuk. Sekitarnya, tampak porak-poranda. (Foto: Setpres/Dudi Anung)
Masjid berkubah putih di sudut lain kota Meulaboh juga tampak tetap berbentuk.
Sekitarnya, tampak porak-poranda. (Foto: Setpres/Dudi Anung)

LEBAH YANG MENULIS
Lebah yang Membentuk Allah
LEBAH YANG MENULIS “ALLAHU”
(Those who are familiar with Arabic will easily be able to identify what this beehive spells – “Allahu”)

lafal
Akan terlihat dengan jelas lafal “Allah” pada batu permata tersebut bila disinari dengan cahaya

Selain itu (sungguh ngeri) ketika langit pecah belah lalu menjadilah ia mawar merah, berkilat seperti minyak
Mawar Merah di Angkasa
“Selain itu (sungguh ngeri) ketika langit pecah belah lalu menjadilah ia mawar merah, berkilat seperti minyak”
(Ar-Rahman: 37)
Gambar di atas adalah gambar ledakan bintang di angkasa yang diperoleh NASA dengan Teleskop yang sangat canggih. Kejadian tersebut membuktikan kebenaran Al-Quran yang diturunkan 14 abad yang lalu pada surah Ar-Rahman di atas.
POHON YANG SEDANG RUKU
POHON YANG SEDANG RUKU
POHON YANG SEDANG RUKU
This is a recently discovered phenomenon in a forest near Sidney. As you can see, the bottom half of the tree trunk is bowed in such a way that it resembles a person in a posture of Islamic prayer – the ‘ruku’. Looking closer you can see the ‘hands’ resting on the knees. the most amazing thing is that the ‘man’ is directly facing the Kaaba, Mecca which is the direction Muslims all over the world face when in prayer.

Tomat yang membentuk Lafaz Allah
Buah Tomat
Sesungguhnya ALLAH Maha berkuasa dan dapat menjadikan apa saja yang pernah ataupun tidak pernah terfikir oleh manusia.Ini merupakan keajaiban alam ciptaan ALLAH.
THE FISH TESTIFIES THE PROPHET (S.A.W)
THE FISH TESTIFIES THE PROPHET (S.A.W)
The story of the fish began when Mr. Goerge Wehbi, a Christian Lebanese, was practicing his fishing hobby, in Dakar Senegal (the Capital of West Africa). He caught many fish. When the went home his wife saw among them a strange fish about 50cm length, with some arabic writing on it. He took it to Sheikh al-Zein, who read clearly what was writen in a natural way. That could not be done by a human being, but rather a Godly Creation which the fish was born with. He read “God’s Servant” on its belly and “Muhammad” near its head, and “His Messenger” on its tail

LAA ILAA HA ILLALLAH
Pohon yang berbentuk La Ilah Ha Ilalah.
LAA ILAA HA ILLALLAH WRITEN IN BRANCHES
One brother on Germany wrote and sent this photo. “The branches clearly say in Arabic that- There is no god but Allah. This is said to be a scene on a piece of cultivated farmland in Germany. Many Germans have been said to have embraced Islam upon seeing this miraculous sight and that the German government put steel fences around the part of the farm to prevent people from visiting and witnessing this miraculous site”

Lapadz
Lapadz “Allah” yang terbentuk di telinga seorang bayi

Awan yang membentuk Lapadz
Awan yang membentuk Lapadz “Allah”, kejadian ini diabadikan oleh seseorang di Mekkah
Mesjid Tetap Berdiri meski terjadi gempa
MOSQUE STILL STANDS AFTER EARTQUAKE IN TURKEY
A mosque still stands amidst the rubble of collapsed buildings in this aerial view of a neigborhood in the western Turkish town of Golcuk, 60 miles east of Istanbul, August 19, 1999. The death toll from western Turkey’s worst recorded eartquake surpassed 6,000, as hope waned of finding any of the thousands still missing under the mountains of rubble.

menunjukkan kalimah
menunjukkan kalimah
Menurut pemiliknya kalau dilihat dari dekat Gambar di atas
menunjukkan kalimah “Lailahaillah” terbentuk pada seekor ikan


Sebuah Bukit yang membentuk muka manusia

Sumber: dari blog tetangga dan berbagai sumber
 
i
 
30 Votes
Quantcast

Sunday, February 13, 2011

Tips Menjadi Pemimpin Handal 09

Menjadi seorang Pemimpin bukanlah perkara mudah, karena selain tanggung jawab yang berat, seorang Pemimpin sejati harus memiliki berbagai macam kemampuan tentang Kepemimpinan. Selain banyak hal tersebut diatas, hal penting lainnya yang dapat digunakan untuk menunjang Kepemimpinan adalah “Gengsi Kepemimpinan”.
Menurut fakta, semakin tinggi tingkat Kepemimpinan seseorang didalam organisasi, maka semakin tinggi-lah Gengsi dari Pemimpin tersebut. Atau jika menggunakan istilah statistik, tingkat Kepemimpinan berbanding lurus dengan Gengsi Kepemimpinan :D .
Misalnya sebelum menjadi pemimpin, biasanya seseorang tidak memikirkan gengsi-nya untuk bertindak “bebas” (misalkan, duduk lesehan ditempat umum dengan teman-teman untuk merasakan nikmatnya rujak manis) :D
Tapi setelah menjadi Pemimpin, seseorang harus berpikir 1000 kali untuk bertindak “bebas” seperti contoh diatas. Ketika ditanya alasannya, GENGSI / JAGA IMAGE (Jaim) menjadi alasan yang utama :(
Tapi hal tersebut tidak berlaku bagi Dr. Y. Jangkung Karyantoro, M.BA (Ketua STIKOM). Dalam menjalani masa Kepemimpinannya, Dr. Y. Jangkung Karyantoro, M.BA lebih sering “mampir” di tempat / kondisi yang mungkin tidak akan dilakukan para Pemimpin lain karena alasan Gengsi / Jaga Image (jaim).
Yang menarik disini adalah, dengan “membunuh rasa Gengsi / Ja-Im nya”, Y. Jangkung Karyantoro justru mendapat dukungan yang sangat kuat yang dinamakan “People Power” :D . Efeknya, jika didalam organisasi, dukungan / loyalitas staf kepada Pemimpinnya sangat kuat, bukan tidak mungkin organisasi tersebut akan sangat mudah diarahkan ke arah yang lebih baik sesuai visi misi sang Pemimpin. Wow … Fantastis !
Jika begitu, mengapa masih banyak orang yang mengaku Pemimpin, tapi tidak mampu “membunuh Gengsi/ Ja-Im” nya sendiri? Atau mungkin orang – orang seperti ini lebih layak disebut sebagai Pimpinan daripada Pemimpin :D
Bagaimana dengan metode Kepemimpinan anda sekarang? Apakah anda mengarah ke arah menjadi Pemimpin sejati atau justru kearah menjadi seorang Pimpinan dengan Gengsi dan Jaga Image yang berlebihan :D .
Salam,

Politik Indonesia

Indonesia adalah sebuah negara hukum yang berbentuk kesatuan dengan pemerintahan berbentuk republikpresidensial dengan sifat parlementer. Indonesia tidak menganut sistem pemisahan kekuasaan melainkan pembagian kekuasaan. Walaupun ± 90% penduduknya beragama islam, Indonesia bukanlah sebuah negara islam. dan sistem pemerintahan
Cabang eksekutif dipimpin oleh seorang Presiden yang merupakan kepala negara sekaligus kepala pemerintahan yang dibantu oleh seorang Wakil Presiden yang kedudukannya sebagai pembantu presiden diatas para menteri yang juga pembantu presiden. Kekuasaan legislatif dibagi diantara dua kamar di dalam Majelis Permusyawaratan Rakyat/MPR yaitu, Dewan Perwakilan Rakyat/DPR dan Dewan Perwakilan Daerah/DPD. Cabang yudikatif terdiri dari Mahkamah Agung/MA yang dan sebuah Mahkamah Konstitusi/MK yang secara bersama-sama memegang kekuasaan kehakiman. Kekuasaan Inspektif dikendalikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan yang memiliki perwakilan disetiap Provinsi dan Kabupaten/Kota diseluruh wilayah Republik Indonesia.
Indonesia terdiri dari 33 provinsi yang memiliki otonomi, 5 diantaranya memiliki status otonomi yang berbeda, terdiri dari 3 Daerah Otonomi Khusus yaitu Aceh, Papua, dan Papua Barat; 1 Daerah Istimewa yaitu Yogyakarta; dan 1 Daerah Khusus Ibukota yaitu Jakarta. Setiap propinsi dibagi-bagi lagi menjadi kota/kabupaten dan setiap kota/kabupaten dibagi-bagi lagi menjadi kecamatan/distrik kemudian dibagi lagi menjadi keluarahan/desa/nagari hingga terakhir adalah rukun tetangga.
Pemilihan Umum diselenggarakan setiap 5 tahun untuk memilih anggota DPR, anggota DPD, dan anggota DPRD yang disebut pemilihan umum legislatif (Pileg) dan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden atau yang disebut pemilihan umum presiden (Pilpres). Pemilihan Umum di Indonesia menganut sistem multipartai.
Ada perbedaan yang besar antara sistem politik Indonesia dan negara demokratis lainnya didunia. Diantaranya adalah adanya Majelis Permusyawaratan Rakyat yang merupakan ciri khas dari kearifan lokal Indonesia, Mahkamah Konstitusi yang juga berwenang mengadili sengketa hasil pemilihan umum, bentuk negara kesatuan yang menerapkan prinsip-prinsip federalisme seperti adanya Dewan Perwakilan Daerah, dan sistem multipartai berbatas dimana setiap partai yang mengikuti pemilihan umum harus memenuhi ambang batas 2.5% untuk dapat menempatkan anggotanya di Dewan Perwakilan Rakyat maupun di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah/DPRD Kabupaten/Kota.

[sunting] Reformasi

Reformasi dalam kancah politik Indonesia yang dimulai sejak 1998[rujukan?] telah menghasilkan banyak perubahan penting dalam bidang politik di Indonesia.
Di antaranya adalah MPR yang saat ini telah dikurangi tugas dan kewenangannya, pengurangan masa jabatan presiden dan wakil presiden menjadi 2 kali masa bakti dengan masing-masing masa bakti selama 5 tahun, dibentuknya Mahkamah Konstitusi, dan pembentukan DPD sebagai penyeimbang DPR.

[sunting] Pemerintahan Daerah

Indonesia dibagi-bagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan/atau kota yang diatur dengan undang-undang tersendiri mengenai pembentukan daerah tersebut. Setiap kabupaten dan kota tersebut juga dibagi kedalam satuan-satuan pemerintahan yang disebut kecamatan/distrik. Setiap kecamatan/distrik tersebut dibagi kedalam satuan-satuan yang lebih kecil yaitu kelurahan, desa, nagari, kampung, gampong, pekon, dan sub-distrik serta satuan-satuan setingkat yang diakui keberadaannya oleh UUD NRI 1945.
Pemerintahan daerah pada tingkat propinsi, kabupaten, dan kota terdiri atas Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah/DPRD yang merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah yang keduanya merupakan unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Pemerintah daerah memiliki kekuasaan untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya menurut asas otonomi dan tugas pembantuan, pemerintah daerah juga berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan. Pemerintah daerah berhak menjalankan otonomi seluas-luasnya kecuali mengenai urusan politik luar negeri, pertahanan, keamanan, yustisi, fiskal-moneter, dan agama.

Berkas:Coat of Arms of Indonesia Garuda Pancasila.svg

Berkas:Coat of Arms of Indonesia Garuda Pancasila.svg

PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN

Sementara ulama berpendapat bahwa “syari’at” (alqur’an dan hadist) harus di pahami berdasarkan pemahaman masyarakat pada masa turunnya. Ini mengakibatkan antara lain pembatasan dalam memahami teks-teks ayat al-qur’an berdasarkan pemahaman disiplin ilmu dan tingkat pengetahuan masyarakat pada masa turunnya al-qur’an yang jauh terbelakang  dibanding perkembangan ilmu dewasa ini.
Pembatasan di atas tentunya tidak dapat diterima apalagi setelah memperhatikan prinsip al-qur’an bahwa  diturunkan untuk semua manusia pada setiap waktu dan tempat. Adalah mustahil untuk menjadikan semua orang berfikir dengan pola yang sama. Dan karena al-qur’an memerintahkan setiap orang berpikir, maka tentunya setiap orang akan menggunakan  pikirannya antara lain berdasarkan ilmu pengetahuan. Atas dasar ini, pendapat-pendapat yang di kemukakan di atas mengenai pembatasan dalam penafsiran Al-qur’an amat sulit diterima.
Selanjutnya perlu dibedakan antara pemikiran ilmiah kontemporer dan pembenaran setipa teori ilmiah. Ketika ilmu pengetahuan  membuktikan secara pasti dan mapan bahwa bumi kita ini bulat, maka musafir masa kini akan memahami dan menafsirkan firman Allah “dan Allah jadikan untuk kamu bumi ini terhampar” (QS 71:19) bahwa keterhamparan yang dimaksud tidak bertentangan dengan kebulatannya, karena keterhamparan ini terlihat dan disaksikan oleh siapapun dan kemanapun seseorang melangkah kakinya, apalagi redaksi ayat tersebut tidak menyatakan “Allah ciptakan”, tetapi, “jadikan untuk kamu”. Demikian juga ketika eksperimen membuktikan bahwa para ahli telah dapat mendeteksi jenis kelamin( bayi dalam perut), maka pemahaman kita terhadap ayat Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan( hamil) (QS 13:8). Pemahaman kata “apa” beralih dari yang tadinya dipahami sebagai jenis kelamin bayi menjadi lebih umum dari sekedar jenisnya, sehingga mencakup masa depan , bakat jiwa, dan segala perinciannya. Karena kata “apa” dalam istilah al-qur’an dapat mencakup segala sesuatu . disisi lain, kalimat “Allah mengetahui” bukan hanya arti “hanya Allah yang mengetahui” bila yang dimaksud dengan “apa” nya adalah jenis kelamin janin.
Pemahaman dan penafsiran ayat 2 al-qur’an seperti yang dikemukakan di atas tentunya tidak dapat ditempuh bila pembatasan yang dikemukakan oleh sementara ulama di atas diterapkan. Namun, ini tidak berarti bahwa setiap teori ilmiah walaupun yang belum mapan dan pasti dapat dijadikan dasar dalam pemahaman dan penafsiran ayat-ayat al-qur’an , apalagi bila membenarkannya atas nama al-qur’an. Oleh karena itu, pemakaian teori ilmiah yang belum mapan dalam penafsiran ayat al-qur’an , harus dibatasi. Karena hal ini akan mengakibatkan bahaya yang tidak kecil, sebagaimana yang pernah dialami oleh bangsa eropa terhadap penafsiran kitab suci yang kemudian terbukti bertentangan dengan hasil-hasil penemuan ilmiah yang sejati.

Saturday, February 12, 2011

Asteroid Seukuran Mobil Dekati Bumi Pagi Tadi

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) - Sebuah asteroid berukuran sebesar mobil akan melayang mendekati Bumi hari ini. Demikian prediksi tim peneliti Asteroid Watch Program NASA yang diberitakan situs Space.com.

Asteroid tersebut bernama 2011 CA7 dan akan melintasi dengan jarak 103,480 km dari Bumi, menurut sebuah pernyataan dari program Asteroid Watch dari NASA. Asteroid tersebut ditemukan oleh para astronom awal bulan ini.

Asteroid tersebut akan melewati Bumi sekitar pukul 2:25 EST (1925 GMT) atau 02.25 WIB dinihari tadi. Sayangnya, ukuran asteroid terlalu kecil sehingga tak bisa dilihat, menurut analisa Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California.

Pada tanggal 4 Februari, sebuah asteroid bernama 2011 CQ 1 juga melintasi Bumi dengan jarak 5471 km. Asteroid tersebut berukuran 1,3 meter, setengah dari ukuran asteroid 2011 CA7.

Para ilmuwan mengatakan kalau asteroid seukuran 2011 CA7 dan 2011 CQ 1 lumayan sering melintasi Bumi tapi karena ukurannya yang tergolong kecil, membuatnya sulit untuk dideteksi.
Tim NASA mengatakan, 2011 CA7 dan 2011 CQ1 tak berpotensi menghantam Bumi. Ukuran kedua asteroid tersebut terlalu kecil sehingga akan terbakar di atmosfer. Dalam akun Twitter-mereka, tim peneliti NASA menulis,

"Bisa diprediksi kalau batuan-batuan angkasa melintasi Bumi dan bulan hampir setiap hari tapi ukurannya terlalu kecil untuk dideteksi," tulis pihak NASA di Twitter.
Hingga kini NASA terus mengamati asteroid-asteroid yang mendekati Bumi. Observasi dilakukan untuk mengetahui asteroid yang berpotensi menghantam Bumi dan menimbulkan bencana. Asteroid, bersama komet dan beberapa benda langit di dekat Bumi, disebut Near-Earth Object. Asteroid yang berpotensi menabrak Bumi adalah yang melayang di dekat Bumi dan berukuran lebih dari 150 meter. (ar/km/ok) www.suaramedia.com

Sunday, February 6, 2011

Pendidikan Keraton


Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Sejak manusia lahir sampai manusia itu masuk ke liang lahat maka manusia akan terus belajar/ mendapatkan pendidikan. Pendidikan tak selamanya harus dari lembaga-lembaga pendidikan formal, namun pendidikan dapat kita dapatkan di lembaga pendidikan nonformal yaitu kehidupan ini sendiri. Namun, sayangnya tidak semua orang mengerti bahwa sebenarnya banyak hal yang dapat kita pelajari dalam kehidupan ini, untuk itulah dibangun dan dirikan berbagai macam lembaga pendidikan untuk memudahkan kita untuk belajar dari fenomena-fenomena yang terjadi dalam kehidupan ini, baik fenomena alam maupun fenomena sosial. Dengan adanya kemampuan memahami fenomena-fenomena tersebut diharapkan manusia dapat menjadi manusia yang berkualitas sehingga dapat menyelesaikan berbagai masalah kehidupan yang muncul.
Pentingnya akan pendidikan ini disadari betul oleh kalangan bangsawan dalam hal ini adalah kalangan kerabat keraton. Pada umumnya kalangan bangsawan sangat memperhatikan betul pendidikan anak-anaknya. Mengapa demikian? Karena mereka mempersiapkan anak-anaknya itu untuk menjadi pemimpin-pemimpin masa depan menggantikan orang tuanya. Dengan pendidikan yang baik diharapkan anak-anaknya tersebut dapat menjadi pemimpin yang mampu menjawab dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang muncul dalam kehidupan bermasyarakat dan dapat mengayomi seluruh warga masyarakat.
Dalam hal pendidikan ini, kalangan keraton mempunyai cara tersendiri dalam mendidik anak-anaknya. Yang pertama, pendidikan tentang adat istiadat. Seperti yang kita tahu bahwa kalangan keraton mempunyai adat istiadat yang berbeda dengan masyarakat biasa. Adat-istiadat itu misalnya cara makan, cara berbicara dengan orang lain, cara bergaul dengan yang lebih tua dan lain-lain. Untuk memberikan pendidikan adat istiadat ini mereka lakukan dengan pendidikan keteladanan. Maksudnya orang tua memberikan contoh dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.
Yang kedua, untuk belajar tentang nilai-nilai kehidupan dan kebijaksanaan seorang anak tidak disodorkan segebok buku, namun mereka disuguhi dan diajarkan lagu-lagu yang indah namun sarat makna. Kalau dalam lagu-lagu jawa lagu-lagu yang sarat makna itu terdapat pada tembang macapat. Dengan cara demikian maka anak tidak merasa sedang belajar namun sedang bernyanyi gembira sehingga tidak jenuh dan membosankan.
Yang ketiga, pendididikan dilakukan dengan permainan. Permainan yang dilakukan biasanya berupa permainan kelompok yang untuk menang diperlukan strategi dan pembagian tugas yang jelas. Permainan seperti ini dimaksudkan agar anak-anak belajar untuk dapat bekerjasama orang lain, mengalahkan ego masing-masing, berlatih berfikir untuk bagaimana memperoleh kemenangan dan belajar bekerja sesuai dengan peran dan posisi yang telah ditetapkan. Dengan perndidikan seperti itu diharapkan kelak anak tersebut bisa menjadi pemimpin yang bijaksana, tidak egois dan bisa bekerjasama dengan dengan orang lain, bisa menyelesaikan permasalahan yang muncul dalam kehidupan masyarakat dan dapat menjalankan peran sesuai dengan jabatan yang dipegangnya.
Yang keempat, biasanya mereka belajar kepada guru yang terbaik. Tidak dipungkiri lagi bahwa guru berperan penting dalam keberhasilan pendidikan anak. Kalau dalam bahasa jawa guru = digugu lan ditiru,yang artinya bahwa guru itu dipercaya dan diikuti. Maksudnya seorang guru merupakan teladan bagi murid-muridnya. Untuk mendapatkan guru yang terbaik ini, mereka tidak mengenal batas ruang dan waktu. Demi keberhasilan pendidikan ananknya orang tua rela mengirim anaknya ke luar kerajaan meski tempatnya sangat amat jauh sekalipun.
Yang kelima, untuk belajar kehidupan yang sesungguhnya mereka pun merelakan anak-anaknya untuk berkelana/ berpetualang. Dengan petualangan tersebut diharapkan anak tersebut dapat memahami permasalahan masyarakat yang sesungguhnya sehingga dapat menjawab dan memberikan kebijakan yang tepat.

Kraton Yogya Gelar Pendidikan Bagi Abdi Dalem

Yogyakarta - Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat tidak ingin kraton beserta isinya hanya menjadi sebuah museum atau sebagai benda mati yang hanya dilihat oleh para turis asing maupun domestik. Namun kraton harus menjadi sebuah lembaga bersama semua hal yang hidup dan ada di dalamnya.

"Kami tidak ingin kraton hanya dilihat dari bangunannya yang indah saja, tapi di dalamnya ada lembaga administrasi yang mengatur, ada abdi dalem dan hidup terus," kata KRT Jatiningrat salah satu panitia Pawiyatan Abdi Dalem di Ndalem Joyokusuman di jl Rotowijayan, Rabu (29/9/2010).

Menurut Jatiningrat model pendidikan seperti ini sudah pernah dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I setelah naik tahta tahun 1757. Namun setelah itu tidak dilakukan oleh para sultan penerusnya. Saat ini model pendidikan ini akan dilakukan lagi oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Pisowanan dilanjutkan dengan pendidikan ini akan dihadiri langsung oleh Ngraso Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X besok pada hari Kamis 30 September 2010 di Ndalem Ksatrian kraton," katanya.

Sementara itu Pangageng Kawedanan Ageng Panitropuro, GBPH Joyokusumo menambahkan sebanyak 1.200 abdi dalem punokawan akan mengikuti kursus tersebut selama 1 bulan yang akan dilakukan setiap hari Senin dan Kamis. Diharapkan selama satu tahun secara bergelombang semua abdi dalem  bisa mengikuti pendidikan tersebut.

"Kurikulumnya bermacam-macam yang berkaitan dengan tata krama dan aturan kraton, administrasi, kepangkatan dan lain-lain. Yang lulus juga akan mendapat sertifikat atau ijazah," kata mantan anggota DPR RI dari Golkar itu.

(bgs/mad)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 
http://www.detiknews.com/read/2010/09/29/181140/1451627/10/kraton-yogya-gelar-pendidikan-bagi-abdi-dalem?nd992203605

Saturday, February 5, 2011

FAEDAH SURAT AL-MULK,HIKMAH ALLAH MENCIPTAKAN BINTANG DI LANGIT

Artikel kali ini adalah lanjutan dari pembahasan kami dalam faedah tafsir surat Al Mulk. Namun pembahasan ini akan melebar sampai pembahasan ramalan bintang dan zodiak dalam ilmu astrologi. Semoga bermanfaat.
Allah Ta’ala berfirman,
الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ (3) ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ (4) وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ (5)
“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Mulk: 3-5)
Apakah Langit Ada yang Cacat?
Dalam ayat ini, Allah menciptakan langit berlapis-lapis atau bertingkat-tingkat. Kemudian Allah tanyakan, apakah ada sesuatu yang cacat atau retak di langit tersebut?  Jawabannya tentu saja tidak. Kemudian Allah memerintah melihatnya berulang lagi (bahkan berulang kali), apakah ada yang cacat di langit itu? Hasilnya, jika dilihat berulang kali tidak ada cacat sama sekali pada ciptaan Allah tersebut. Namun yang didapat adalah rasa payah karena berulangkalinya menelusuri langit itu.
Syaikh As Sa’di mengatakan bahwa jika sama sekali di langit tersebut tidak ada cacat, maka ini menunjukkan sempurnanya hasil ciptaan Allah. Ciptaan Allah tersebut begitu seimbang dilihat dari berbagai sisi, yaitu dari warna, hakikatnya, dan ketinggiannya. Begitu pula pada ciptaan Allah lainnya seperti matahari, rembulan dan bintang yang bersinar.[1]
Keindahan Langit Ciptaan Allah
Dalam ayat selanjutnya, Allah menjelaskan kebagusan langit ciptaan-Nya. Langit tersebut menjadi indah dan menawan karena dihiasi dengan bintang-bintang. Bintang dalam ayat di atas disebutkan berfungsi untuk melempar setan dan sebagai penghias langit. Namun sebenaranya fungsi bintang masih ada satu lagi. Bintang secara keseluruhan memiliki tiga fungsi.
Fungsi Bintang di Langit
Fungsi pertama: Untuk melempar setan-setan yang akan mencuri berita langit. Hal ini sebagaimana terdapat dalam surat Al Mulk,
وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ
Dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Mulk: 5)
Setan mencuri berita langit dari para malaikat langit. Lalu ia akan meneruskannya pada tukang ramal. Akan tetapi, Allah senantiasa menjaga langit dengan percikan api yang lepas dari bintang, maka binasalah para pencuri berita langit tersebut. Apalagi ketika diutus Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, langit terus dilindungi dengan percikan api.  Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا, وَأَنَّا لا نَدْرِي أَشَرٌّ أُرِيدَ بِمَنْ فِي الأرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا
Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka.” (QS. Al Jin: 9-10). Berita langit yang setan tersebut curi sangat sedikit sekali.[2]
Fungsi kedua: Sebagai penunjuk arah seperti rasi bintang yang menjadi penunjuk bagi nelayan di laut.
وَعَلامَاتٍ وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ
Dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk.” (QS. An Nahl: 16). Allah menjadikan bagi para musafir tanda-tanda yang mereka dapat gunakan sebagai petunjuk di bumi dan sebagai tanda-tanda di langit.[3]
Fungsi ketiga: Sebagai penerang dan penghias langit dunia. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah,
وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ
“Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang.” (QS. Al Mulk: 5)
إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ
Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang.” (QS. Ash Shofaat: 6)
Mengenai surat Al Mulk ayat 5, ulama pakar tafsir –Qotadah As Sadusiy- mengatakan,
إن الله جلّ ثناؤه إنما خلق هذه النجوم لثلاث خصال: خلقها زينة للسماء الدنيا، ورجومًا للشياطين، وعلامات يهتدي بها ؛ فمن يتأوّل منها غير ذلك، فقد قال برأيه، وأخطأ حظه، وأضاع نصيبه، وتكلَّف ما لا علم له به.
Sesungguhnya Allah hanyalah menciptakan bintang untuk tiga tujuan:  [1] sebagai hiasan langit dunia, [2] sebagai pelempar setan, dan [3] sebagai penunjuk arah. Barangsiapa yang meyakini fungsi bintang selain itu, maka ia berarti telah berkata-kata dengan pikirannya semata,  ia telah mendapatkan nasib buruk, menyia-nyiakan agamanya (berkonsekuensi dikafirkan) dan telah menyusah-nyusahkan berbicara yang ia tidak memiliki ilmu sama sekali.[4] Dari sini Qotadah melarang mempelajari kedudukan bintang, begitu pula Sufyan bin ‘Uyainah tidak memberi keringanan dalam masalah ini.[5]
Mempelajari Posisi Benda Langit
Ada dua ilmu yang mempelajari posisi benda langit yaitu ilmu astronomi (ilmu tas-yir) dan ilmu astrologi (ilmu ta’tsir).
Pertama: Ilmu astronomi (ilmu tas-yir)
Astronomi, yang secara etimologi berarti "ilmu bintang" adalah ilmu yang melibatkan pengamatan dan penjelasan kejadian yang terjadi di luar Bumi dan atmosfernya. Ilmu ini mempelajari asal-usul, evolusi, sifat fisik dan kimiawi benda-benda yang bisa dilihat di langit (dan di luar Bumi), juga proses yang melibatkan mereka.
Astronomi adalah salah satu di antara sedikit ilmu pengetahuan di mana amatir masih memainkan peran aktif, khususnya dalam hal penemuan dan pengamatan fenomena sementara. Astronomi jangan dikelirukan dengan astrologi, ilmusemu yang mengasumsikan bahwa takdir manusia dapat dikaitkan dengan letak benda-benda astronomis di langit. Meskipun memiliki asal-muasal yang sama, kedua bidang ini sangat berbeda; astronom menggunakan metode ilmiah, sedangkan astrolog tidak.[6]
Kedua: Ilmu astrologi (ilmu ta’tsir)
Astrologi adalah ilmu yang menghubungkan antara gerakan benda-benda tata surya (planet, bulan dan matahari) dengan nasib manusia. Karena semua planet, matahari dan bulan beredar di sepanjang lingkaran ekliptik, otomatis mereka semua juga beredar di antara zodiak. Ramalan astrologi didasarkan pada kedudukan benda-benda tata surya di dalam zodiak.
Seseorang akan menyandang tanda zodiaknya berdasarkan kedudukan matahari di dalam zodiak pada tanggal kelahirannya. Misalnya, orang yang lahir awal desember akan berzodiak Sagitarius, karena pada tanggal tersebut Matahari berada di wilayah rasi bintang Sagitarius. Kedudukan Matahari sendiri dibedakan antara waktu tropikal dan waktu sideral yang menyebabkan terdapat dua macam zodiak, yaitu zodiak tropikal dan zodiak sideral. Sebagian besar astrologer Barat menggunakan zodiak tropikal.
Di bola langit terdapat garis khayal yang disebut dengan lingkaran ekliptika. Jika diamati dari bumi, semua benda tatasurya (planet, Bulan dan Matahari) beredar di langit mengelilingi lingkaran ekliptika. Keistimewaan dari keduabelas zodiak dibanding rasi bintang lainnya adalah semuanya berada di wilayah langit yang memotong lingkaran ekliptika. Jadi dapat disimpulkan zodiak adalah semua rasi bintang yang berada disepanjang lingkaran ekliptika. Rasi-rasi bintang tersebut adalah:
  1. Capricornus: Kambing laut
  2. Aquarius: Pembawa Air
  3. Pisces: Ikan
  4. Aries: Domba
  5. Taurus: Kerbau
  6. Gemini: Si Kembar
  7. Cancer: Kepiting
  8. Leo: Singa
  9. Virgo: Gadis Perawan
  10. Libra: Timbangan
  11. Scorpius: Kalajengking
  12. Sagitarius : Si Pemanah[7]
Hukum Mempelajari Ilmu Astronomi dan Ilmu Astrologi
Para ulama dalam menilai ilmu yang mempelajari kedudukan bintang ada dua pendapat:
Pendapat pertama: Terlarang mempelajari posisi benda langit. Inilah pendapat Qotadah dan Sufyan bin ‘Uyainah. Alasan mereka melarang hal ini dalam rangka saddu adz dzari’ah yaitu menutup jalan dari hal yang dilarang. Mereka khawatir jika kedudukan bintang tersebut dipelajari, akan diyakini bahwa posisi benda langit tersebut bisa berpengaruh pada takdir seseorang. Dan ini adalah penambahan dari tiga fungsi benda langit sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.
Pendapat kedua: Tidak mengapa mempelajari posisi benda langit. Yang dibolehkan di sini adalah ilmu tas-yir (ilmu astronomi). Inilah pendapat Imam Ahmad, Ishaq bin Rohuyah dan kebanyakan ulama.
Pendapat kedua inilah yang lebih tepat karena berbagai manfaat yang bisa diperoleh dari ilmu astronomi dan tidak termasuk sebab yang dilarang. Ilmu tas-yir (ilmu astronomi) memiliki beberapa manfaat. Di antaranya bisa dipakai untuk kepentingan agama seperti mengetahui arah kiblat dan waktu shalat. Atau untuk urusan dunia seperti mengetahui pergantian musim. Ini semua termasuk ilmu hisab dan dibolehkan.[8]
Sedangkan yang terlarang untuk dipelajari adalah ilmu yang pertama yang disebut dengan ilmu ta’tsir (ilmu astrologi). Dalam ilmu astrologi, ada keyakinan bahwa posisi benda-benda langit berpengaruh pada nasib seseorang.[9] Padahal tidak ada kaitan ilmiah antara posisi benda langit dan nasib seseorang. Inilah yang keliru.
Keyakinan Terhadap Zodiak dan Ramalan Bintang
Ada tiga macam keyakinan yang dimaksud dan ketiga-tiganya haram.
Pertama: Keyakinan bahwa posisi benda langit yang menciptakan segala kejadian yang ada di alam semesta dan segala kejadian berasal dari pergerakan benda langit.
Keyakinan semacam ini adalah keyakinan yang dimiliki oleh Ash Shobi-ah. Mereka mengingkari Allah sebagai pencipta. Segala kejadian yang ada diciptakan oleh benda langit. Pergerakan benda langit yang ada dapat diklaim menimbulkan kejadian baik dan buruk di alam semesta. Keyakinan semacam ini adalah keyakinan yang kufur berdasarkan kesepakatan para ulama.
Kedua: Keyakinan bahwa posisi benda langit yang ada hanyalah sebagai sebab (ta’tsir) dan benda tersebut tidak menciptakan segala kejadian yang ada. Yang menciptakan setiap kejadian hanyalah Allah, sedangkan posisi benda langit tersebut hanyalah sebab semata. Keyakinan semacam ini juga tetap keliru dan termasuk syirik ashgor. Karena Allah sendiri tidak pernah menjadikan benda langit tersebut sebagai sebab. Allah pun tidak pernah menganggapnya punya kaitan dengan kejadian yang ada di muka bumi, seperti turunnya hujan dan bertiupnya angin. Semua ini kembali pada pengaturan Allah dan atas izin-Nya, dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan kedudukan benda langit yang ada. Allah hanya menciptakan bintang untuk tiga tujuan sebagaimana telah dikemukakan di atas.
Ketiga: Posisi benda langit sebagai petunjuk untuk peristiwa masa akan datang. Keyakinan semacam ini berarti mengaku-ngaku ilmu ghoib. Ini termasuk perdukunan dan sihir. Perbuatan semacam ini termasuk kekufuran berdasarkan kesepakatan para ulama.[10]
Intinya, ketiga keyakinan di atas adalah keyakinan yang keliru, walaupun hanya menganggap sebagai sebab sedangkan yang menciptakan segala peristiwa adalah Allah. Keyakinan semacam inilah yang tersebar luas di tengah-tengah masyarakat muslim dalam majalah, koran, di dunia maya seperti di situs jejaring sosial (Facebook dan Friendster). Sebagian muslim masih saja mempercayai ramalan-ramalan bintang semacam zodiak (Aquarius, Pisces, Sagitarius, dll). Mereka meyakini bahwa pasangan yang cocok untuk dirinya adalah jika memiliki zodiak A, karena berdasarkan ramalan zodiaknya. Jika dia memiliki pasangan dari zodiak C, maka boleh jadi ada ketidakcocokan. Inilah perbuatan dosa yang sudah semakin tersebar luas di masyarakat muslim.
Mengenai hukum membaca ramalan bintang secara lebih lengkap -insya Allah- akan kami ulas pada posting selanjutnya dalam kategori aqidah.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kaum muslimin. Janganlah pernah bosan untuk mempelajari Al Qur'an melalui tafsirnya walaupun hanya satu atau dua ayat.

Tuesday, February 1, 2011

Hah! Makan Serangga Ternyata Bisa Selamatkan Dunia?

WAGENINGEN (Berita SuaraMedia) - Mengkonsumsi serangga disebut-sebut sebagai cara efektif untuk menyelamatkan keberadaan hutan hujan dan mengurangi emisi karbon global, sekaligus memperbaiki diet serta memotong anggaran makanan.

Demikian pernyataan ilmuwan asal Belanda, Arnold van Huis, seperti diberitakan Straits Times. Menurut Van Huis, mengonsumsi makanan dengan bahan dasar serangga adalah jawaban terhadap krisis makanan global, penyusutan sumber daya tanah dan air serta tingkat emisi karbon yang semakin mengkhawatirkan.

Meski emisi gas penyebab pemanasan global saat ini telah diupayakan untuk berkurang, dunia memang akan tetap menghadapi kenaikan harga pangan abad ini.
Namun perubahan iklim ternyata akan memberikan dampak yang cukup hebat dalam kurun puluhan tahun mendatang, khususnya pada harga makanan pokok, hingga berkali-kali lipat.

Periset senior dari International Food Policy Research Institute (IFPRI) mengatakan jika pada 2050 nanti harga gandum akan meningkat dua kali lipat dan akan semakin banyak anak-anak yang kekurangan gizi. Bahkan jumlahnya akan mencapai jutaan.
"Setelah tahun 2050, ketika para ilmuwan iklim memproyeksikan adanya kemungkinan temperatur dunia naik 6,4 derajat celsius, planet bumi akan memberikan lahan yang tidak cukup subur untuk digunakan bertani," ujar peneliti senior IFPRI, Gerald Nelson, seperti diberitakan melalui Straits Times.

Van Huis mengatakan dalam setiap gigitan serangga mengandung lebih banyak protein dibandingkan dengan hewan ternak seperti sapi, kambing dan lainnya. Sementara untuk membiakkannya, serangga membutuhkan biaya lebih sedikit dan tidak memiliki banyak jejak karbon.

"Anak-anak tidak punya masalah untuk memakan serangga tapi berbeda dengan orang-orang dewasa yang sudah mengembangkan pola makannya," jelas Van Huis.

"Hanya mencoba dan mengalaminya secara langsung yang bisa mengubah pemikiran mereka," lanjut professor di Universitas Wageningen itu.

"Masalah yang dihadapi (orang-orang dewasa) bersifat psikologis," pungkas Van Huis.

Demi menarik minat masyarakat untuk mengonsumsi serangga, Van Huis beserta tim penelitinya di Wageningen bekerjasama dengan sekolah masak lokal untuk menyediakan buku resep dengan menu-menu yang menarik.(ar/z2k) www.suaramedia.com