Sunday, February 13, 2011

PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN

Sementara ulama berpendapat bahwa “syari’at” (alqur’an dan hadist) harus di pahami berdasarkan pemahaman masyarakat pada masa turunnya. Ini mengakibatkan antara lain pembatasan dalam memahami teks-teks ayat al-qur’an berdasarkan pemahaman disiplin ilmu dan tingkat pengetahuan masyarakat pada masa turunnya al-qur’an yang jauh terbelakang  dibanding perkembangan ilmu dewasa ini.
Pembatasan di atas tentunya tidak dapat diterima apalagi setelah memperhatikan prinsip al-qur’an bahwa  diturunkan untuk semua manusia pada setiap waktu dan tempat. Adalah mustahil untuk menjadikan semua orang berfikir dengan pola yang sama. Dan karena al-qur’an memerintahkan setiap orang berpikir, maka tentunya setiap orang akan menggunakan  pikirannya antara lain berdasarkan ilmu pengetahuan. Atas dasar ini, pendapat-pendapat yang di kemukakan di atas mengenai pembatasan dalam penafsiran Al-qur’an amat sulit diterima.
Selanjutnya perlu dibedakan antara pemikiran ilmiah kontemporer dan pembenaran setipa teori ilmiah. Ketika ilmu pengetahuan  membuktikan secara pasti dan mapan bahwa bumi kita ini bulat, maka musafir masa kini akan memahami dan menafsirkan firman Allah “dan Allah jadikan untuk kamu bumi ini terhampar” (QS 71:19) bahwa keterhamparan yang dimaksud tidak bertentangan dengan kebulatannya, karena keterhamparan ini terlihat dan disaksikan oleh siapapun dan kemanapun seseorang melangkah kakinya, apalagi redaksi ayat tersebut tidak menyatakan “Allah ciptakan”, tetapi, “jadikan untuk kamu”. Demikian juga ketika eksperimen membuktikan bahwa para ahli telah dapat mendeteksi jenis kelamin( bayi dalam perut), maka pemahaman kita terhadap ayat Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan( hamil) (QS 13:8). Pemahaman kata “apa” beralih dari yang tadinya dipahami sebagai jenis kelamin bayi menjadi lebih umum dari sekedar jenisnya, sehingga mencakup masa depan , bakat jiwa, dan segala perinciannya. Karena kata “apa” dalam istilah al-qur’an dapat mencakup segala sesuatu . disisi lain, kalimat “Allah mengetahui” bukan hanya arti “hanya Allah yang mengetahui” bila yang dimaksud dengan “apa” nya adalah jenis kelamin janin.
Pemahaman dan penafsiran ayat 2 al-qur’an seperti yang dikemukakan di atas tentunya tidak dapat ditempuh bila pembatasan yang dikemukakan oleh sementara ulama di atas diterapkan. Namun, ini tidak berarti bahwa setiap teori ilmiah walaupun yang belum mapan dan pasti dapat dijadikan dasar dalam pemahaman dan penafsiran ayat-ayat al-qur’an , apalagi bila membenarkannya atas nama al-qur’an. Oleh karena itu, pemakaian teori ilmiah yang belum mapan dalam penafsiran ayat al-qur’an , harus dibatasi. Karena hal ini akan mengakibatkan bahaya yang tidak kecil, sebagaimana yang pernah dialami oleh bangsa eropa terhadap penafsiran kitab suci yang kemudian terbukti bertentangan dengan hasil-hasil penemuan ilmiah yang sejati.

Saturday, February 12, 2011

Asteroid Seukuran Mobil Dekati Bumi Pagi Tadi

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) - Sebuah asteroid berukuran sebesar mobil akan melayang mendekati Bumi hari ini. Demikian prediksi tim peneliti Asteroid Watch Program NASA yang diberitakan situs Space.com.

Asteroid tersebut bernama 2011 CA7 dan akan melintasi dengan jarak 103,480 km dari Bumi, menurut sebuah pernyataan dari program Asteroid Watch dari NASA. Asteroid tersebut ditemukan oleh para astronom awal bulan ini.

Asteroid tersebut akan melewati Bumi sekitar pukul 2:25 EST (1925 GMT) atau 02.25 WIB dinihari tadi. Sayangnya, ukuran asteroid terlalu kecil sehingga tak bisa dilihat, menurut analisa Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California.

Pada tanggal 4 Februari, sebuah asteroid bernama 2011 CQ 1 juga melintasi Bumi dengan jarak 5471 km. Asteroid tersebut berukuran 1,3 meter, setengah dari ukuran asteroid 2011 CA7.

Para ilmuwan mengatakan kalau asteroid seukuran 2011 CA7 dan 2011 CQ 1 lumayan sering melintasi Bumi tapi karena ukurannya yang tergolong kecil, membuatnya sulit untuk dideteksi.
Tim NASA mengatakan, 2011 CA7 dan 2011 CQ1 tak berpotensi menghantam Bumi. Ukuran kedua asteroid tersebut terlalu kecil sehingga akan terbakar di atmosfer. Dalam akun Twitter-mereka, tim peneliti NASA menulis,

"Bisa diprediksi kalau batuan-batuan angkasa melintasi Bumi dan bulan hampir setiap hari tapi ukurannya terlalu kecil untuk dideteksi," tulis pihak NASA di Twitter.
Hingga kini NASA terus mengamati asteroid-asteroid yang mendekati Bumi. Observasi dilakukan untuk mengetahui asteroid yang berpotensi menghantam Bumi dan menimbulkan bencana. Asteroid, bersama komet dan beberapa benda langit di dekat Bumi, disebut Near-Earth Object. Asteroid yang berpotensi menabrak Bumi adalah yang melayang di dekat Bumi dan berukuran lebih dari 150 meter. (ar/km/ok) www.suaramedia.com

Sunday, February 6, 2011

Pendidikan Keraton


Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Sejak manusia lahir sampai manusia itu masuk ke liang lahat maka manusia akan terus belajar/ mendapatkan pendidikan. Pendidikan tak selamanya harus dari lembaga-lembaga pendidikan formal, namun pendidikan dapat kita dapatkan di lembaga pendidikan nonformal yaitu kehidupan ini sendiri. Namun, sayangnya tidak semua orang mengerti bahwa sebenarnya banyak hal yang dapat kita pelajari dalam kehidupan ini, untuk itulah dibangun dan dirikan berbagai macam lembaga pendidikan untuk memudahkan kita untuk belajar dari fenomena-fenomena yang terjadi dalam kehidupan ini, baik fenomena alam maupun fenomena sosial. Dengan adanya kemampuan memahami fenomena-fenomena tersebut diharapkan manusia dapat menjadi manusia yang berkualitas sehingga dapat menyelesaikan berbagai masalah kehidupan yang muncul.
Pentingnya akan pendidikan ini disadari betul oleh kalangan bangsawan dalam hal ini adalah kalangan kerabat keraton. Pada umumnya kalangan bangsawan sangat memperhatikan betul pendidikan anak-anaknya. Mengapa demikian? Karena mereka mempersiapkan anak-anaknya itu untuk menjadi pemimpin-pemimpin masa depan menggantikan orang tuanya. Dengan pendidikan yang baik diharapkan anak-anaknya tersebut dapat menjadi pemimpin yang mampu menjawab dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang muncul dalam kehidupan bermasyarakat dan dapat mengayomi seluruh warga masyarakat.
Dalam hal pendidikan ini, kalangan keraton mempunyai cara tersendiri dalam mendidik anak-anaknya. Yang pertama, pendidikan tentang adat istiadat. Seperti yang kita tahu bahwa kalangan keraton mempunyai adat istiadat yang berbeda dengan masyarakat biasa. Adat-istiadat itu misalnya cara makan, cara berbicara dengan orang lain, cara bergaul dengan yang lebih tua dan lain-lain. Untuk memberikan pendidikan adat istiadat ini mereka lakukan dengan pendidikan keteladanan. Maksudnya orang tua memberikan contoh dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.
Yang kedua, untuk belajar tentang nilai-nilai kehidupan dan kebijaksanaan seorang anak tidak disodorkan segebok buku, namun mereka disuguhi dan diajarkan lagu-lagu yang indah namun sarat makna. Kalau dalam lagu-lagu jawa lagu-lagu yang sarat makna itu terdapat pada tembang macapat. Dengan cara demikian maka anak tidak merasa sedang belajar namun sedang bernyanyi gembira sehingga tidak jenuh dan membosankan.
Yang ketiga, pendididikan dilakukan dengan permainan. Permainan yang dilakukan biasanya berupa permainan kelompok yang untuk menang diperlukan strategi dan pembagian tugas yang jelas. Permainan seperti ini dimaksudkan agar anak-anak belajar untuk dapat bekerjasama orang lain, mengalahkan ego masing-masing, berlatih berfikir untuk bagaimana memperoleh kemenangan dan belajar bekerja sesuai dengan peran dan posisi yang telah ditetapkan. Dengan perndidikan seperti itu diharapkan kelak anak tersebut bisa menjadi pemimpin yang bijaksana, tidak egois dan bisa bekerjasama dengan dengan orang lain, bisa menyelesaikan permasalahan yang muncul dalam kehidupan masyarakat dan dapat menjalankan peran sesuai dengan jabatan yang dipegangnya.
Yang keempat, biasanya mereka belajar kepada guru yang terbaik. Tidak dipungkiri lagi bahwa guru berperan penting dalam keberhasilan pendidikan anak. Kalau dalam bahasa jawa guru = digugu lan ditiru,yang artinya bahwa guru itu dipercaya dan diikuti. Maksudnya seorang guru merupakan teladan bagi murid-muridnya. Untuk mendapatkan guru yang terbaik ini, mereka tidak mengenal batas ruang dan waktu. Demi keberhasilan pendidikan ananknya orang tua rela mengirim anaknya ke luar kerajaan meski tempatnya sangat amat jauh sekalipun.
Yang kelima, untuk belajar kehidupan yang sesungguhnya mereka pun merelakan anak-anaknya untuk berkelana/ berpetualang. Dengan petualangan tersebut diharapkan anak tersebut dapat memahami permasalahan masyarakat yang sesungguhnya sehingga dapat menjawab dan memberikan kebijakan yang tepat.

Kraton Yogya Gelar Pendidikan Bagi Abdi Dalem

Yogyakarta - Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat tidak ingin kraton beserta isinya hanya menjadi sebuah museum atau sebagai benda mati yang hanya dilihat oleh para turis asing maupun domestik. Namun kraton harus menjadi sebuah lembaga bersama semua hal yang hidup dan ada di dalamnya.

"Kami tidak ingin kraton hanya dilihat dari bangunannya yang indah saja, tapi di dalamnya ada lembaga administrasi yang mengatur, ada abdi dalem dan hidup terus," kata KRT Jatiningrat salah satu panitia Pawiyatan Abdi Dalem di Ndalem Joyokusuman di jl Rotowijayan, Rabu (29/9/2010).

Menurut Jatiningrat model pendidikan seperti ini sudah pernah dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I setelah naik tahta tahun 1757. Namun setelah itu tidak dilakukan oleh para sultan penerusnya. Saat ini model pendidikan ini akan dilakukan lagi oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Pisowanan dilanjutkan dengan pendidikan ini akan dihadiri langsung oleh Ngraso Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X besok pada hari Kamis 30 September 2010 di Ndalem Ksatrian kraton," katanya.

Sementara itu Pangageng Kawedanan Ageng Panitropuro, GBPH Joyokusumo menambahkan sebanyak 1.200 abdi dalem punokawan akan mengikuti kursus tersebut selama 1 bulan yang akan dilakukan setiap hari Senin dan Kamis. Diharapkan selama satu tahun secara bergelombang semua abdi dalem  bisa mengikuti pendidikan tersebut.

"Kurikulumnya bermacam-macam yang berkaitan dengan tata krama dan aturan kraton, administrasi, kepangkatan dan lain-lain. Yang lulus juga akan mendapat sertifikat atau ijazah," kata mantan anggota DPR RI dari Golkar itu.

(bgs/mad)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 
http://www.detiknews.com/read/2010/09/29/181140/1451627/10/kraton-yogya-gelar-pendidikan-bagi-abdi-dalem?nd992203605

Saturday, February 5, 2011

FAEDAH SURAT AL-MULK,HIKMAH ALLAH MENCIPTAKAN BINTANG DI LANGIT

Artikel kali ini adalah lanjutan dari pembahasan kami dalam faedah tafsir surat Al Mulk. Namun pembahasan ini akan melebar sampai pembahasan ramalan bintang dan zodiak dalam ilmu astrologi. Semoga bermanfaat.
Allah Ta’ala berfirman,
الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ (3) ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ (4) وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ (5)
“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Mulk: 3-5)
Apakah Langit Ada yang Cacat?
Dalam ayat ini, Allah menciptakan langit berlapis-lapis atau bertingkat-tingkat. Kemudian Allah tanyakan, apakah ada sesuatu yang cacat atau retak di langit tersebut?  Jawabannya tentu saja tidak. Kemudian Allah memerintah melihatnya berulang lagi (bahkan berulang kali), apakah ada yang cacat di langit itu? Hasilnya, jika dilihat berulang kali tidak ada cacat sama sekali pada ciptaan Allah tersebut. Namun yang didapat adalah rasa payah karena berulangkalinya menelusuri langit itu.
Syaikh As Sa’di mengatakan bahwa jika sama sekali di langit tersebut tidak ada cacat, maka ini menunjukkan sempurnanya hasil ciptaan Allah. Ciptaan Allah tersebut begitu seimbang dilihat dari berbagai sisi, yaitu dari warna, hakikatnya, dan ketinggiannya. Begitu pula pada ciptaan Allah lainnya seperti matahari, rembulan dan bintang yang bersinar.[1]
Keindahan Langit Ciptaan Allah
Dalam ayat selanjutnya, Allah menjelaskan kebagusan langit ciptaan-Nya. Langit tersebut menjadi indah dan menawan karena dihiasi dengan bintang-bintang. Bintang dalam ayat di atas disebutkan berfungsi untuk melempar setan dan sebagai penghias langit. Namun sebenaranya fungsi bintang masih ada satu lagi. Bintang secara keseluruhan memiliki tiga fungsi.
Fungsi Bintang di Langit
Fungsi pertama: Untuk melempar setan-setan yang akan mencuri berita langit. Hal ini sebagaimana terdapat dalam surat Al Mulk,
وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ
“Dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Mulk: 5)
Setan mencuri berita langit dari para malaikat langit. Lalu ia akan meneruskannya pada tukang ramal. Akan tetapi, Allah senantiasa menjaga langit dengan percikan api yang lepas dari bintang, maka binasalah para pencuri berita langit tersebut. Apalagi ketika diutus Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, langit terus dilindungi dengan percikan api.  Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا, وَأَنَّا لا نَدْرِي أَشَرٌّ أُرِيدَ بِمَنْ فِي الأرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا
“Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka.” (QS. Al Jin: 9-10). Berita langit yang setan tersebut curi sangat sedikit sekali.[2]
Fungsi kedua: Sebagai penunjuk arah seperti rasi bintang yang menjadi penunjuk bagi nelayan di laut.
وَعَلامَاتٍ وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ
“Dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk.” (QS. An Nahl: 16). Allah menjadikan bagi para musafir tanda-tanda yang mereka dapat gunakan sebagai petunjuk di bumi dan sebagai tanda-tanda di langit.[3]
Fungsi ketiga: Sebagai penerang dan penghias langit dunia. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah,
وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ
“Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang.” (QS. Al Mulk: 5)
إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ
“Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang.” (QS. Ash Shofaat: 6)
Mengenai surat Al Mulk ayat 5, ulama pakar tafsir –Qotadah As Sadusiy- mengatakan,
إن الله جلّ ثناؤه إنما خلق هذه النجوم لثلاث خصال: خلقها زينة للسماء الدنيا، ورجومًا للشياطين، وعلامات يهتدي بها ؛ فمن يتأوّل منها غير ذلك، فقد قال برأيه، وأخطأ حظه، وأضاع نصيبه، وتكلَّف ما لا علم له به.
“Sesungguhnya Allah hanyalah menciptakan bintang untuk tiga tujuan:  [1] sebagai hiasan langit dunia, [2] sebagai pelempar setan, dan [3] sebagai penunjuk arah. Barangsiapa yang meyakini fungsi bintang selain itu, maka ia berarti telah berkata-kata dengan pikirannya semata,  ia telah mendapatkan nasib buruk, menyia-nyiakan agamanya (berkonsekuensi dikafirkan) dan telah menyusah-nyusahkan berbicara yang ia tidak memiliki ilmu sama sekali.”[4] Dari sini Qotadah melarang mempelajari kedudukan bintang, begitu pula Sufyan bin ‘Uyainah tidak memberi keringanan dalam masalah ini.[5]
Mempelajari Posisi Benda Langit
Ada dua ilmu yang mempelajari posisi benda langit yaitu ilmu astronomi (ilmu tas-yir) dan ilmu astrologi (ilmu ta’tsir).
Pertama: Ilmu astronomi (ilmu tas-yir)
Astronomi, yang secara etimologi berarti "ilmu bintang" adalah ilmu yang melibatkan pengamatan dan penjelasan kejadian yang terjadi di luar Bumi dan atmosfernya. Ilmu ini mempelajari asal-usul, evolusi, sifat fisik dan kimiawi benda-benda yang bisa dilihat di langit (dan di luar Bumi), juga proses yang melibatkan mereka.
Astronomi adalah salah satu di antara sedikit ilmu pengetahuan di mana amatir masih memainkan peran aktif, khususnya dalam hal penemuan dan pengamatan fenomena sementara. Astronomi jangan dikelirukan dengan astrologi, ilmusemu yang mengasumsikan bahwa takdir manusia dapat dikaitkan dengan letak benda-benda astronomis di langit. Meskipun memiliki asal-muasal yang sama, kedua bidang ini sangat berbeda; astronom menggunakan metode ilmiah, sedangkan astrolog tidak.[6]
Kedua: Ilmu astrologi (ilmu ta’tsir)
Astrologi adalah ilmu yang menghubungkan antara gerakan benda-benda tata surya (planet, bulan dan matahari) dengan nasib manusia. Karena semua planet, matahari dan bulan beredar di sepanjang lingkaran ekliptik, otomatis mereka semua juga beredar di antara zodiak. Ramalan astrologi didasarkan pada kedudukan benda-benda tata surya di dalam zodiak.
Seseorang akan menyandang tanda zodiaknya berdasarkan kedudukan matahari di dalam zodiak pada tanggal kelahirannya. Misalnya, orang yang lahir awal desember akan berzodiak Sagitarius, karena pada tanggal tersebut Matahari berada di wilayah rasi bintang Sagitarius. Kedudukan Matahari sendiri dibedakan antara waktu tropikal dan waktu sideral yang menyebabkan terdapat dua macam zodiak, yaitu zodiak tropikal dan zodiak sideral. Sebagian besar astrologer Barat menggunakan zodiak tropikal.
Di bola langit terdapat garis khayal yang disebut dengan lingkaran ekliptika. Jika diamati dari bumi, semua benda tatasurya (planet, Bulan dan Matahari) beredar di langit mengelilingi lingkaran ekliptika. Keistimewaan dari keduabelas zodiak dibanding rasi bintang lainnya adalah semuanya berada di wilayah langit yang memotong lingkaran ekliptika. Jadi dapat disimpulkan zodiak adalah semua rasi bintang yang berada disepanjang lingkaran ekliptika. Rasi-rasi bintang tersebut adalah:
  1. Capricornus: Kambing laut
  2. Aquarius: Pembawa Air
  3. Pisces: Ikan
  4. Aries: Domba
  5. Taurus: Kerbau
  6. Gemini: Si Kembar
  7. Cancer: Kepiting
  8. Leo: Singa
  9. Virgo: Gadis Perawan
  10. Libra: Timbangan
  11. Scorpius: Kalajengking
  12. Sagitarius : Si Pemanah[7]
Hukum Mempelajari Ilmu Astronomi dan Ilmu Astrologi
Para ulama dalam menilai ilmu yang mempelajari kedudukan bintang ada dua pendapat:
Pendapat pertama: Terlarang mempelajari posisi benda langit. Inilah pendapat Qotadah dan Sufyan bin ‘Uyainah. Alasan mereka melarang hal ini dalam rangka saddu adz dzari’ah yaitu menutup jalan dari hal yang dilarang. Mereka khawatir jika kedudukan bintang tersebut dipelajari, akan diyakini bahwa posisi benda langit tersebut bisa berpengaruh pada takdir seseorang. Dan ini adalah penambahan dari tiga fungsi benda langit sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.
Pendapat kedua: Tidak mengapa mempelajari posisi benda langit. Yang dibolehkan di sini adalah ilmu tas-yir (ilmu astronomi). Inilah pendapat Imam Ahmad, Ishaq bin Rohuyah dan kebanyakan ulama.
Pendapat kedua inilah yang lebih tepat karena berbagai manfaat yang bisa diperoleh dari ilmu astronomi dan tidak termasuk sebab yang dilarang. Ilmu tas-yir (ilmu astronomi) memiliki beberapa manfaat. Di antaranya bisa dipakai untuk kepentingan agama seperti mengetahui arah kiblat dan waktu shalat. Atau untuk urusan dunia seperti mengetahui pergantian musim. Ini semua termasuk ilmu hisab dan dibolehkan.[8]
Sedangkan yang terlarang untuk dipelajari adalah ilmu yang pertama yang disebut dengan ilmu ta’tsir (ilmu astrologi). Dalam ilmu astrologi, ada keyakinan bahwa posisi benda-benda langit berpengaruh pada nasib seseorang.[9] Padahal tidak ada kaitan ilmiah antara posisi benda langit dan nasib seseorang. Inilah yang keliru.
Keyakinan Terhadap Zodiak dan Ramalan Bintang
Ada tiga macam keyakinan yang dimaksud dan ketiga-tiganya haram.
Pertama: Keyakinan bahwa posisi benda langit yang menciptakan segala kejadian yang ada di alam semesta dan segala kejadian berasal dari pergerakan benda langit.
Keyakinan semacam ini adalah keyakinan yang dimiliki oleh Ash Shobi-ah. Mereka mengingkari Allah sebagai pencipta. Segala kejadian yang ada diciptakan oleh benda langit. Pergerakan benda langit yang ada dapat diklaim menimbulkan kejadian baik dan buruk di alam semesta. Keyakinan semacam ini adalah keyakinan yang kufur berdasarkan kesepakatan para ulama.
Kedua: Keyakinan bahwa posisi benda langit yang ada hanyalah sebagai sebab (ta’tsir) dan benda tersebut tidak menciptakan segala kejadian yang ada. Yang menciptakan setiap kejadian hanyalah Allah, sedangkan posisi benda langit tersebut hanyalah sebab semata. Keyakinan semacam ini juga tetap keliru dan termasuk syirik ashgor. Karena Allah sendiri tidak pernah menjadikan benda langit tersebut sebagai sebab. Allah pun tidak pernah menganggapnya punya kaitan dengan kejadian yang ada di muka bumi, seperti turunnya hujan dan bertiupnya angin. Semua ini kembali pada pengaturan Allah dan atas izin-Nya, dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan kedudukan benda langit yang ada. Allah hanya menciptakan bintang untuk tiga tujuan sebagaimana telah dikemukakan di atas.
Ketiga: Posisi benda langit sebagai petunjuk untuk peristiwa masa akan datang. Keyakinan semacam ini berarti mengaku-ngaku ilmu ghoib. Ini termasuk perdukunan dan sihir. Perbuatan semacam ini termasuk kekufuran berdasarkan kesepakatan para ulama.[10]
Intinya, ketiga keyakinan di atas adalah keyakinan yang keliru, walaupun hanya menganggap sebagai sebab sedangkan yang menciptakan segala peristiwa adalah Allah. Keyakinan semacam inilah yang tersebar luas di tengah-tengah masyarakat muslim dalam majalah, koran, di dunia maya seperti di situs jejaring sosial (Facebook dan Friendster). Sebagian muslim masih saja mempercayai ramalan-ramalan bintang semacam zodiak (Aquarius, Pisces, Sagitarius, dll). Mereka meyakini bahwa pasangan yang cocok untuk dirinya adalah jika memiliki zodiak A, karena berdasarkan ramalan zodiaknya. Jika dia memiliki pasangan dari zodiak C, maka boleh jadi ada ketidakcocokan. Inilah perbuatan dosa yang sudah semakin tersebar luas di masyarakat muslim.
Mengenai hukum membaca ramalan bintang secara lebih lengkap -insya Allah- akan kami ulas pada posting selanjutnya dalam kategori aqidah.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kaum muslimin. Janganlah pernah bosan untuk mempelajari Al Qur'an melalui tafsirnya walaupun hanya satu atau dua ayat.

Tuesday, February 1, 2011

Hah! Makan Serangga Ternyata Bisa Selamatkan Dunia?

WAGENINGEN (Berita SuaraMedia) - Mengkonsumsi serangga disebut-sebut sebagai cara efektif untuk menyelamatkan keberadaan hutan hujan dan mengurangi emisi karbon global, sekaligus memperbaiki diet serta memotong anggaran makanan.

Demikian pernyataan ilmuwan asal Belanda, Arnold van Huis, seperti diberitakan Straits Times. Menurut Van Huis, mengonsumsi makanan dengan bahan dasar serangga adalah jawaban terhadap krisis makanan global, penyusutan sumber daya tanah dan air serta tingkat emisi karbon yang semakin mengkhawatirkan.

Meski emisi gas penyebab pemanasan global saat ini telah diupayakan untuk berkurang, dunia memang akan tetap menghadapi kenaikan harga pangan abad ini.
Namun perubahan iklim ternyata akan memberikan dampak yang cukup hebat dalam kurun puluhan tahun mendatang, khususnya pada harga makanan pokok, hingga berkali-kali lipat.

Periset senior dari International Food Policy Research Institute (IFPRI) mengatakan jika pada 2050 nanti harga gandum akan meningkat dua kali lipat dan akan semakin banyak anak-anak yang kekurangan gizi. Bahkan jumlahnya akan mencapai jutaan.
"Setelah tahun 2050, ketika para ilmuwan iklim memproyeksikan adanya kemungkinan temperatur dunia naik 6,4 derajat celsius, planet bumi akan memberikan lahan yang tidak cukup subur untuk digunakan bertani," ujar peneliti senior IFPRI, Gerald Nelson, seperti diberitakan melalui Straits Times.

Van Huis mengatakan dalam setiap gigitan serangga mengandung lebih banyak protein dibandingkan dengan hewan ternak seperti sapi, kambing dan lainnya. Sementara untuk membiakkannya, serangga membutuhkan biaya lebih sedikit dan tidak memiliki banyak jejak karbon.

"Anak-anak tidak punya masalah untuk memakan serangga tapi berbeda dengan orang-orang dewasa yang sudah mengembangkan pola makannya," jelas Van Huis.

"Hanya mencoba dan mengalaminya secara langsung yang bisa mengubah pemikiran mereka," lanjut professor di Universitas Wageningen itu.

"Masalah yang dihadapi (orang-orang dewasa) bersifat psikologis," pungkas Van Huis.

Demi menarik minat masyarakat untuk mengonsumsi serangga, Van Huis beserta tim penelitinya di Wageningen bekerjasama dengan sekolah masak lokal untuk menyediakan buku resep dengan menu-menu yang menarik.(ar/z2k) www.suaramedia.com

Monday, January 31, 2011

Astronom Temukan Galaksi Tertua di Alam Semesta

SANTA CRUZ (Berita SuaraMedia) - Teleskop ruang angkasa Hubble telah mendeteksi sebuah galaksi baru. Ahli astronomi mengklaim telah menemukan galaksi, yang diyakini terbentuk ketika alam semesta masih 'balita'.

Galaksi ini merupakan galaksi tertua yang pernah terdeteksi. Ukurannya yang kecil juga berpotensi menyimpan petunjuk bagaimana bintang terbentuk saat alam semesta masih berusia muda.

Setitik cahaya kecil dari galaksi itu yang berhasil ditangkap oleh telescop Hubble yang mengorbit di Bumi membutuhkan 13,2 ribu juta tahun untuk mencapai Bumi. Artinya, galaksi tersebut hadir sekitar 480 juta tahun setelah Big Bang terjadi.

Meski terdapat kemungkinan bahwa masih ada galaksi lain yang lebih tua dibanding galaksi yang baru ditemukan ini, akan tetapi, menurut para astronom, ia hanya bisa dideteksi oleh sensor generasi mendatang yang akan hadir di teleskop penerus Hubble.

“Kita sudah semakin dekat untuk mendapati galaksi pertama yang diperkirakan terbentuk 200 sampai 300 juta tahun setelah Big Bang,” kata Garth Illingworth, profesor astronomi dan astrofisika dari University of California, Amerika Serikat. Galaksi ini, kata Illingworth, seperti diberitakan dari Cosmosmagazine, 27 Januari 2010, berusia jauh lebih tua dibanding galaksi yang sudah ditemukan sebelumnya.

Namun meski berusia cukup tua galaksi ini berukuran jauh lebih kecil dibandingkan galaksi-galaksi yang terbentuk setelahnya. Bima Sakti sendiri memiliki ukuran seribu kali lebih besar.

“Kami menghabiskan waktu uji coba selama berbulan-bulan untuk memastikan. Kini kami cukup yakin bahwa inilah galaksi tertua yang pernah ditemukan,” kata Illingworth.

“Jika dibandingkan dengan galaksi Bima Sakti kita, ukuran galaksi ini 100 kali lebih kecil,” ucapnya.

Sama seperti pesatnya jumlah bintang yang ditemukan, demikian pula dengan jumlah galaksi. Fakta ini mendukung teori bahwa terbentuknya galaksi ditempa oleh daya tarik gravitasi oleh apa yang disebut dengan dark matter.

Sebagai informasi, astronom mengukur usia bintang menggunakan apa yang disebut dengan redshift. Semakin jauh sinar tersebut berjalan, semakin panjang dan semakin merah menjadi panjang gelombangnya.

Angka redshift yang tinggi mengindikasikan bahwa objek yang memancarkan sinar tersebut berusia tua karena cahaya yang dipancarkan telah menempuh miliaran tahun cahaya untuk tiba di bumi, setelah melewati alam semesta yang terus meluas.

Adapun galaksi yang baru ditemukan itu, yakni UDFj-39546824, ditemukan di sebuah sektor langit berukuran seujung jari yang disebut Hubble Ultra-Deep Field. Ia ditemukan saat Hubble melakukan pemindaian selama 87 jam pada tahun 2009 dan 2010 lalu.

Setelah ditemukan, astronom kemudian menghitung redshift yang ada dan nilainya mencapai 10,3. Galaksi tertua yang ditemukan Oktober lalu oleh sekelompok astronom internasional hanya memiliki nilai redshift sebesar 8,6.

Temuan galaksi baru ini dimungkinkan oleh Wide Field Camera 3 yang dipasang di Hubble Space Telescope oleh astronot NASA pada Mei lalu. Kamera baru itu mendongkrak kemampuan Hubble setidaknya 30 persen dibanding sebelumnya.

Akan tetapi, kemampuan menangkap redshift hingga 10,3 tampaknya merupakan batas maksimal. Untuk menangkap redshift lebih dari itu, astronom tampaknya membutuhkan James Webb Space Telescop yang baru akan diluncurkan NASA pada 2014 mendatang. (ar/vs/ok) www.suaramedia.com

Dahsyat!! Asteroid Sebesar Kapal Titanic Hantam Planet Jupiter

NEW SOUTH WALES (Berita SuaraMedia) - Seorang astronom amatir asal Australia menjumpai fenomena aneh di permukaan Jupiter saat melakukan observasi pada 19 Juli 2009 lalu. Dengan teleskop yang ada di kediamannya di New South Wales, Australia, ia melihat adanya bintik yang berukuran sangat besar. Penasaran dengan sebab munculnya bintik hitam raksasa itu, Anthony Wesley si astronom amatir menghubungi NASA dan memaparkan yang terjadi. Penelitian astronomi yang dipublikasikan di Jurnal Icarus bulan ini menjawab rasa penasaran Wesley.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Glenn Orton, astronom di Jet Propulsion Laboratory NASA, bintik hitam raksasa itu disebabkan hantaman asteroid. Diketahui, asteroid yang menghantam berukuran setara dengan kapal Titanic atau sekitar 500 meter.
Bintik hitamnya sendiri sebenarnya bukanlah area yang berukuran kecil. Astronom mengungkapkan, bintik hitam itu sebenarnya memiliki luas hampir sama dengan Samudra Pasifik. Bintik itu, menurut ilmuwan, adalah semacam lubang di Jupiter.
Astronom mengungkapkan, ini adalah kali pertama menjumpai Jupiter dihantam oleh sebuah asteroid. Sebelumnya, astronom hanya melihat Jupiter "diserang" oleh komet. Orton mengungkapkan, peristiwa ini membuktikan bahwa tata surya sangat dinamis dan penuh kejutan.
"Fakta hantaman terjadi serta implikasi yang ternyata merupakan asteroid dan bukan komet menunjukkan, tata surya sangat kompleks, kejam, dan merupakan wilayah yang dinamis. Banyak kejutan di luar sana yang menunggu kita. Masih ada banyak," kata Orton seperti diberitakan Daily Mail.
Berdasarkan hasil riset, hantaman asteroid ini menyebabkan kenaikan temperatur sebesar 4 kelvin hingga 42 kilometer di atas awan Jupiter. Jumlah itu tidak termasuk besar, tetapi terjadi di wilayah planet yang cukup luas. Gas seperti asmonia juga terlempar ke atas ketika hantaman terjadi.
Sebelumnya, Jupiter juga pernah dihantam komet bernama Shoemaker-Levy 9. Hantaman asteroid pada tahun 2009 terjadi hampir 15 tahun setelah hantaman komet sebelumnya. Tahun 2010 lalu, astronom mengetahui ada dua hantaman akibat komet yang terjadi di Jupiter.
"Saya tidak percaya saat melihat sendiri kilatan cahaya itu," kata Wesley seperti yang diberitakan Associated Press.
"Bola api itu berlangsung sekitar dua detik dan sangat berkemilau," lanjut Wesley.

Dia dikenal sebagai seorang pemrogram komputer yang juga reputasi bagus di kalangan para astronom profesional karena hobi memantau benda-benda di luar angkasa. Maka, setelah mengabadikan peristiwa itu, Wesley segera memberitahu para profesional dan juga sesama pemantau amatir.

Penemuan Wesley itu dibenarkan oleh sesama astronom amatir di Filipina. Menurut kalangan ilmuwan, berdasarkan kilau cahaya yang tidak berlangsung lama dan tiadanya bekas tubrukan, benda yang menghantam Jupiter itu kemungkinan adalah meteor. (ar/vs/km) www.suaramedia.co

Saturday, November 20, 2010

BERTEMU ALLAH TAK HARUS DI SYURGA

ketika kubuka mataku dari nikmatnya tirur yang lelap
aku teringant bahwa rasul menyuruh untuk mengucapkan alhamdulillah
ketika kuambil air wudlu untuk menyucikan diri,
bertemulah aku dengan dinginnya air di pancuran kamar mandi
ketika kulangkahkan kakiku keluar dari pintu,
kembali aku teringat ketika rasulullah terkasih mengajarkan doa di setiap saat dan waktu

ketika terdenngar suara panggilan adzan subuh
berulang kali aku berbisik menjawab untuk mengagungkan Tuhanku
ketika bilal melantunkan iqamah sebagai tanda shalat jama;ah dimulai,
dengan penuh rasa cinta,takut dan haru, kuluruskan safku di antara saudara-saudaraku

ketika ku angkat kedua tanganku untuk memulai shalatku,
kurasakan betapa semakin kecilnya diriku
dan ketika keningku menyentuh sajadah tempat sujudku,
semakin terasa betapa rendahnya diriku

ya robbi, penggenggam langit dan bumi
subuh dan dzuhur, asar dan maghrib bahkan isya dan dhuha
adalah waktu-waktu yang engkau ciptakan 
agar kami semua tidak terlena dan ketika malam tiba, ketika semua orang lelap
dalam kealfaannya, Rasul-Mu bangun dari tidurnya,
memberi teladan yang tak terkatakan indahnya
sujudnya begitu lama, rukuknya tumakninah,
dibilik yang sangat sederhana,air matapun bercucuran
sebagai tanda cinta dan syukur tiada tara

ya kariim
ketika kulihat anak -anak jalanan,
anak-anak yatim, dan orang-orang miskin
ku teringat ayat-ayatmu yang sangat indah
bahwa manusia yang menghardik mereka,
adalah engkau katakan sebagai pendusta agama

ketika kulihat para pekerja yang sibuk dengan pekerjaannya,
kuteringat lagi aka ayat-ayatmu,bahwa yang engkau nilai
bukanlah hasil kerjanya,tetapi bagaimana sikap mereka
dalam melakukan pekerjaannya

ya aliim
ketika kurenungi lembaran buku pelajar dan juga
literatur mahasiswa, matematika, biologi dan fisika,manajemen dan bahasa
bahkan ilmu hukum, kedokteran, dan informatika
akupun terpaku dan mataku menjadi berkaca-kaca
karena di setiap lembaran itu kembali aku
bertemu dengan keindahan wajah-Mu

ya Rahmaan,
ketika hujan dan panas silih berganti mewarnai bumi ini,
barang orang kecewa karena merasa terhalang aktivitasnya,
ketika persoalan demi persoalan menimpa setiap manusia,
banyak sedih bahkan ada yang menuduh engkau tidak adil padanya
tapi kutahu, bahwa semua itu adalah
demi kasih sayang-Mu kepada kami semua

dengan adanya hujan, bumi tidak lagi gersang
dengan adanya panas,cuaca menjadi benderang,
dengan adanya cobaan, manusia memang harus berjuang
dengan adanya persoalan
manusia akan menjadi matang....

ah rasanya tak ada sedetikpun sebuah peristiwa yang bukan karena kasih-Mu
tak ada sebutir bendapun yang bukan karena kesengajaanmu, dan tak ada satupun makhlukpun yang bergerak kecuali dengan ketetapann-Mu